top of page

Kebangkitan Vishnu

Ketika orang berbicara tentang perjalanan umat manusia, mereka sering kali mengacu pada mitos Adam dan Hawa, atau Pencerahan Buddha, atau bahkan perjalanan Shiva, tetapi jarang sekali mereka membicarakan Pohon yang berada di balik semuanya.

Baik sebagai sarana pengetahuan tentang pemisahan, maupun sebagai sarana transendensi dari kehancuran, Pohon tersebut telah memainkan peran esensial dalam mitologi umat manusia sebagai fasilitator pencerahan. Menurut beberapa tradisi, Pohon tersebut memegang prinsip vertikalitas dan memfasilitasi peningkatan kesadaran.

pines1.png

Di dunia modern, umat manusia sedang mengalami keadaan ketidakpuasan yang memicu, melalui tanggung jawab terbatas, keserakahan daripada kepedulian, individualisme daripada solidaritas, polusi daripada kesehatan, seni tanpa makna, dan konsumerisme yang tidak memiliki esensi maupun arah bagi generasi mendatang.

 

Naga mencerminkan kegilaan Pikiran, yang, seperti kecerdasan buatan, tidak mengetahui Kebenaran karena tidak dapat merasakan atau menyadari kekosongan di dalamnya, di antara hal-hal lain.

maple-1.png

Pohon, yang dalam beberapa mitos memungkinkan, melalui suatu proses involusi, penurunan ke dalam pemisahan dan fragmentasi, juga berfungsi sebagai sarana untuk kembali ke keadaan kesatuan yang terhubung dengan keseluruhan.

Meskipun pohon-pohon dapat dipandang sebagai entitas terpisah, diketahui bahwa hubungan saling terhubung yang terbentuk melalui akar-akar mereka memungkinkan mereka untuk hidup dalam masyarakat simbiosis yang saling menguntungkan.

pauwnlonia-2.png

Momen konfrontasi antara Naga dan Pohon secara simbolis menandai transisi dari dunia yang didasarkan pada individualisme, keserakahan, dan korupsi menuju dunia yang didasarkan pada integritas, solidaritas, dan reconeksi dengan Alam.

Transisi ini mungkin mendorong pergeseran dari fokus pada masalah yang semakin terfragmentasi yang dipicu oleh inferensi dan opini menuju solusi yang menyatukan.

palm-leaf.png

Ekologi dapat muncul, bukan sebagai lawan dari pertumbuhan ekonomi, melainkan sebagai katalisator untuk solusi baru yang memungkinkan kesejahteraan generasi mendatang. Ekonomi bio yang dinamis dapat mengatasi kerusakan dan polusi melalui inovasi berkelanjutan.

Karya seni ini dibuat oleh LARBRELA, sebuah kolektif yang terdiri dari seniman, pengrajin, insinyur, dan peneliti, beberapa di antaranya telah menghabiskan lebih dari 25 tahun meneliti ontologi.

oak3.png

Kelompok ini berfokus pada solusi untuk memfasilitasi transisi global.


Namanya adalah jawaban atas pertanyaan, «Où est l’arbre?» (Di mana pohonnya?).

Mural yang menampilkan Gereja Nagasaki ini dilukis oleh seorang seniman Jepang asal Hiroshima. Mural ini mengabadikan pesan "Uang tidak bisa diminum", yang diciptakan oleh 7 anak sebagai komentar tentang masa depan mereka, fakta bahwa uang saat ini tidak memiliki nilai tukar yang setara dan oleh karena itu tidak memiliki nilai, serta pemahaman bahwa air, sebagai fasilitator kehidupan yang esensial, merupakan hak universal.

RECEIVE UPDATES FOR ART & MUSIC EVENTS

(Dibuat untuk orang-orang yang berkomitmen pada solusi)

Dapatkan pembaruan gratis untuk acara seni, musik, dan bar.

larbrela-logo.png
bottom of page